Pre-eklamsia & Eklamsia Pada Kehamilan

November 23, 2011 Comments off

Dahulu disebut toksemia gravidarum, namun istilah tersebut kurang tepat karena toksemia gravidarum merupakan hipertensi pada kehamilan dengan etiologi berbeda. Sampai sekarang belum juga dibuktikan adanya toksin sebagai penyebab.

Maka digunakanlah istilah pre-eklamsia. Definisinya adalah penyakit pada kehamilan lebih dari 20 minggu dengan tanda khas hipertensi, oedem, dan proteinuria. Eklamsia dan pre-eklamsia tidak banyak berbeda pada kelainan anatomik pasien, hal ini dilihat melalui laborat pada pasien yang meninggal akibat ekalmsia.
Untuk menggambarkan perbedaan antara keduanya, adalah ibaratkan tangga. Eklamsia merupakan stadium lanjut daripada pre-ekalmsia ringan dan berat. Baik pre-ekalmsia maupun eklamsia keduanya memiliki tanda yang hampir sama yang saya sebut sebagai Trio-Pre-Eklamsia yaitu seperti yang telah saya kemukaan diatas hipertensi, oedem, dan proteinuria. Namun dikatakan menjadi eklamsia apabila disertai dengan kejang.
Read more…

Hukum Transplantasi Organ

November 5, 2011 Leave a comment

Sejauh ini Ilmu kedokteran telah berkembang dengan sangat pesat, manfaatnya-pun bisa kita rasakan sekarang. Kalau menengok jauh kebelakang, sebelum jaman ditemukannya anestesi misalnya, seorang pasien yang akan dioperasi harus diikat tangan dan kakinya diatas meja operasi. Tepat di bawah meja ditaburi pasir agar darah yang keluar tidak banyak tercecer ke laintai. Coba banyangkan betapa sakitnya perut yang dirobek dengan pisau bedah, sementara pasien dalam keadaan sadar sesadar-sadarnya. Tanpa anestesi (obat bius) manusia mana yang dapat menahan rasa sakit diobok-obok perutnya seperti itu? Hal inilah mengapa pada jaman dulu, hampir seratus persen pasien yang dioperasi akan meninggal.

Namun berkat perkembangan teknologi kedokteran dan semakin bertambahnya pengetahuan kita tentang manusia beserta organ dalamnya, angka mortalitas & morbiditas pun dari tahun ke tahun dapat menurun.

Read more…

Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H

November 5, 2011 Leave a comment

Dua hari lagi atau lebih tepatnya pada hari Minggu,6 Oktober 2011, mayoritas umat muslim di Indonesia akan merayakan hari raya idul adha. Aku katakan “mayoritas” yang artinya sebagian besar atau dengan kata lain “tidak semuanya”, sebab pada kenyataannya masih ada perbedaan penentuan jatuhnya hari kurban, seperti jamah tarekat syattariyah di ulakan, padang pariaman di sumatera barat merayakan idul adha 1432 H pada hari selasa, 8 november 2011. Sementara pemerintah Indonesia sendiri telah menetapkan idul adha jatuh pada hari munggu tangal 6 november 2011 besuk.

Mengenai perbedaan ini, aku tidak dapat berkata banyak. Karena pada dasarnya ilmu-ku amat rendah, apalagi soal keagaaman. Sedang ilmu perbintangan sendiri yang sering digunakan dalam pembuatan kalender dan manentukan jatuhnya bulan puasa, hari raya idul fitri dan lainya, aku tidak mengerti sama sekali. Aku pikir, sebagai seorang individu yang hidup didalam suatu negara, tentu ada pemerintah yang telah mengatur segala sesuatunya. Dalam pemerintahan itu terdapat orang-orang ahli perbintangan, ahli agama, dan banyak orang-orang pintar yang menurutku juga sangat hati-hati dan teliti dalam menentukan jatuhnya hari besar keagamaan. So, dengan haqqul yakin aku ikut pemerintah. Bukan hanya soal idul adha saja, tapi perayaan hari-hari besar lainnya pula.

Read more…

Categories: Uncategorized